Konsumen Harus Tau, Ini Yang Dilakukan Jika Kendaraan Ditarik Paksa Pihak Leasing - Portalsitaro.com

Sunday, 22 August 2021

Konsumen Harus Tau, Ini Yang Dilakukan Jika Kendaraan Ditarik Paksa Pihak Leasing

Foto: Ilustrasi Penarikan Paksa 
Kendaraan Bermotor

PORTALSITARO -
Dalam persyaratan uang muka atau lebih dikenal dengan Down Payment (DP) semua jenis kendaraan bermotor melalui Bank sudah diatur oleh Bank indonesia (BI) dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 September 2013 berbunyi:
- Minimal 25% kendaraan roda dua.
- Minimal 30% kendaran roda tiga atau
lebih untuk tujuan non produktif.
- Minimal 20% bagi kendaraan roda tiga atau lebih untuk keperluan profuktif.

Untuk itu perusahan pembiayaan (Leasing) dilarang menarik paksa kendaraan dari nasabah Wanprestasi/menunggak kredit kendaraan, hal ini sudah di atur dalam peraturan Kementerian Keuangan, yang tertuang dalam PMK No.130/PMK.010/2012, tentang pendaftaran lelang Fidusia untuk perusahan pembiayaan tertanggal 7 Oktober 2012.

Sebelum membaca lebih jauh, kita harus pahami dulu apa itu Fidusia. Fidusia ialah proses pengalihan hak milik berupa benda dengan dasar kepercayaan, dimana benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Hal ini umumnya dimasukan pada saat perjanjian kredit kendaraan bermotor oleh perusahan pembiayaan sesuai dengan UU No. 42 Tahun 1999.

Sebagai Customer (Konsumen) debitur kita harus membayar Fidusia tersebut sebagai jaminan, untuk itu pihak perusahan pembiayaan (Leasing) diwajibkan untuk mendaftarkan setiap transaksi kredit didepan notarisprihal perjanjian Fidusia ini. tapi kenyataan dilapangan, hampir bisa dipastikan kata Fidusia menjadi asing ditelinga kreditur.

Nah, proses yang sebenarnya adalah nasabah selain ke pihak leasing, harus dibarengi dengan notaris yang membuat perjanjian Fidusia sebagaimana yang tercantum di atas sebelum kendaraan berada di tangan kreditur. Maksudnya, agar aset konsumen berupa kendaraan bermotor ini dilindungi oleh Fidusia, agar supaya pihak Leasing tidak serta merta menarik kendaraan Konsumen wanprestasi apalagi menarik secara paksa, karena pihak Leasing harus melaporkan kepihak pengadilan terlebih dahulu mengenai masalah penunggakan kreditur.

Nantinya, masalah kredit kendaraan wanprstasi tersebut akan disidangkan di pengadilan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan guna penyitaan kendaraan. Pengadilan akan melelang kendaraan tersebut dan uang hasil penjualan diperuntukan membayar utang kreditur kepada perusahaan pembiayaan Leasing dan sisanya akan di berikan kepada konsumen. Termasuk adil bukan.!

Tidak seperti membalikan telapak tangan, pada kenyataannya pihak Leasing sering lupa dan terkesan tidak mematuhi peraturan yang sudah diatur oleh Kementerian Keuangan, dilapangan pihak perusahan pembiayaaan Leasing tidak membuat perjanjian Fidusia yang merupakan Kewajibannya.

Asumsi yang dipraktekan adalah, jika pihak Leasing tidak segera mengambil tindakan penarikan kendaraan maka kreditur akan semakin banyak tunggakan, sedangkan pihak Leasing bisa langsung melelang kendaraan tersebut tanpa memperhatikan dan peduli berapa banyak biaya yang sudah dikeluarkan konsumen dalam penyicilan kendaraan tersebut.

Yang terjadi, disini pihak Leasing ceki dua pintu (Untung ganda), pembayaran cicilan dari konsumen dan hasil lelang kendaraan.

Merujuk pada peraturan Fidusia yang sudah diatur, maka disarankan kepada konsumen, jika kendaraannya mau ditarik mintalah surat perjanjian Fidusia terlebih dahulu, jika tidak ada atau tidak diperlihatkan maka jangan bolehkan kendaraan anda dibawa oleh pihak Leasing apalagi oknum Deptcollector abal-abal.

Jika pihak Leasing membawa dan menunjukan surat Fidusia untuk penyitaan kendaraan Wanprestasi, silahkan perbolehkan kendaraan anda dibawa guna kenyamanan bersama. Tapi ingat, periksa dengan seksama dan penuh ketelitian jika surat Fidusia tersebut palsu atau sengaja dipalsukan demi keuntungan sepihak maka tindakan yang diambil oleh konsumen adalah melaporkan kepada pihak berwajib aparat penegak hukum dengan begitu, pihak Leasing akan dikenakan denda minimal Rp. 1,5 Miliar.

Selanjutnya, hal- hal yang perlu diperhatikan dengan baik dan benar oleh konsumen.

• Jika kendaraan ditarik atau diambil paksa oleh pihak Leasing/Deptcollector.
• Tindak pidana perampasan dan pencurian, Jika pengambilan kendaraan dilakukan dijalan.

Hal tersebut merupakan tindakan pidana pencurian sesuai yang tercantum dalam pasal 368, pasal 365 KUHP ayat 2, 3 dan junto pasal 335.

Tolak dan pertahankan kendaraan cicilan anda dan berusaha tetap ditangan anda dan sampaikan kepada penagih hutang bahwa yang mereka lakukan adalah tindak kejahatan.

Sudah dijelaskan dalam KUHP dan itu sangat jelah bahwa yang berhak mengeksekusi kendaraan anda adalah Pengadilan Negeri.

Sekadar diketahui, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK/010/2012 tentang pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. jika tidak, Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan Fidusia terancam dibekukan usahanya.

Hal yang disarankan bagi para konsumen sebelum memutuskan untuk mengkredit kendaraan bermotor ialah, menayakan soal Fidusia ke pihak Leasing dan pastikan jamiman telah terdaftar. Karena menurut peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2011, hanya pihaknya yang berhak menarik atau mengeksekusi kendaraan kreditur yang bermasalah, sesuai keputusan Pengadilan Negeri.

Kalau terjadi pelanggaran atau tindak kejahatan seperti penarikan paksa terhadap kendaraan cicilan anda silahkan hubungi Kepolisian terdekat, walau diancam dan dipaksa jangan pernah menandatangani surat pernyataan penyerahan kendaraan dari pihak Leasing.

Segera Laporkan jika hal-hal diatas terjadi kepada anda, dengan acuan Peraturan Kapolri yang sudah disebut di alinea sebelumnya tentang pengamanan eksekusi jaminan Fidusia.
(Redaksi)
Comments


EmoticonEmoticon